Dua Pegawai Lapas Kelas IIA Banyuasin Raih Juara 1 Kejurprov Karate KKI Sumsel

Foto : Dua pegawai Lapas Kelas IIA Banyuasin, Rian Alfitrah dan Vernanda Yeza, memperlihatkan medali Juara 1 yang diraih pada Kejuaraan Provinsi Karate Kushin Ryu Karate-Do Indonesia (KKI) Sumatera Selatan yang digelar di Gedung Serba Guna Arhanud 12/SBP, 29–30 Januari 2026. (Doc.Hms Lapas) 
BANYUASIN, SUMBARONE.ID — Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga bela diri karate. Dua pegawai Lapas Kelas IIA Banyuasin sukses meraih Juara 1 pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Karate Kushin Ryu Karate-Do Indonesia (KKI) Sumatera Selatan yang digelar pada 29–30 Januari 2026.

Kejuaraan karate tingkat provinsi tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Arhanud 12/SBP dan diikuti oleh atlet-atlet karate terbaik dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus sarana menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan mental juang.

Dalam kejuaraan tersebut, Rian Alfitrah yang merupakan CPNS Lapas Kelas IIA Banyuasin berhasil meraih Juara 1 Kategori Karate Senior -60 Kg Putra. Sementara itu, Vernanda Yeza, pegawai Lapas Kelas IIA Banyuasin, juga berhasil menyabet Juara 1 Kategori Karate Senior -84 Kg Putra. Keduanya tampil konsisten dan menunjukkan teknik serta ketangguhan hingga keluar sebagai juara di kelas masing-masing.

Prestasi yang diraih ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Lapas Kelas IIA Banyuasin. Selain sebagai ajang prestasi olahraga, karate dinilai selaras dengan tugas pemasyarakatan karena mampu membentuk karakter disiplin, pengendalian diri, serta ketangguhan fisik dan mental.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian yang diraih oleh jajarannya.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rian Alfitrah dan Vernanda Yeza yang telah mengharumkan nama Lapas Kelas IIA Banyuasin melalui prestasi di bidang karate pada tingkat provinsi. Karate tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk disiplin, mental, dan karakter yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” ujar Tetra.

Lebih lanjut, Tetra Destorie menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung pegawai yang aktif mengembangkan potensi dan prestasi di bidang olahraga.

“Kami akan terus mendukung setiap pegawai yang memiliki potensi dan prestasi, karena sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berintegritas merupakan kunci dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional,” pungkasnya.

Dengan prestasi ini, Lapas Kelas IIA Banyuasin diharapkan semakin dikenal sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pelayanan dan pembinaan, tetapi juga aktif mendorong pegawainya untuk berprestasi dan membawa nama baik institusi melalui olahraga karate. (*/DA)