PALEMBANG, SumbarOne.ID – Gerakan Pramuka di Sumatera Selatan didorong tidak sekadar menjadi wadah pembinaan karakter, tetapi ikut mengambil peran nyata dalam mewujudkan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut mengemuka dalam Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Aula SMK Negeri 6 Palembang, Senin (31/8/2026).
Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang yang menghadiri kegiatan itu menilai tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi momentum penting untuk memperluas kontribusi Pramuka di tengah masyarakat.
Menurut Cik Ujang, swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan bahan pangan.
Di dalamnya terdapat aspek pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya hingga kesiapan generasi muda menghadapi persoalan di lingkungan masing-masing.
“Dalam konsep swasembada pangan, terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk ikut menyelesaikan persoalan di lingkungannya,” ujar Cik Ujang.
Karena itu, pendidikan kepramukaan dinilai memiliki ruang besar untuk mengenalkan sektor pangan kepada generasi muda sejak dini. Pramuka diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan.
Tak berhenti pada pengetahuan, generasi muda juga didorong mampu memanfaatkan teknologi tepat guna dan mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Dengan begitu, kegiatan kepramukaan dapat menjadi ruang belajar yang menghubungkan keterampilan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Cik Ujang berharap semangat tersebut terus diterjemahkan melalui kegiatan-kegiatan Pramuka yang produktif, kreatif dan memiliki dampak langsung bagi lingkungan.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumsel Riza Fahlevi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel serta pemerintah kabupaten/kota yang selama ini mendukung berbagai kegiatan kepramukaan.
Riza juga menyampaikan keberhasilan kontingen Sumsel dalam mengikuti Jambore Nasional di Cibubur.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengalaman, keterampilan dan karakter anggota Pramuka Sumsel.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 juga diisi dengan sejumlah kegiatan simbolis. Salah satunya penyematan Penghargaan Melati sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi penerima dalam Gerakan Pramuka.
Pemprov Sumsel juga menyerahkan masker kepada Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan keluarga besar Pramuka.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang, Ketua KORMI Sumsel Samantha Tivani HD, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Plt. Bupati Muara Enim Sumarni, Wabup OKI Supriyanto, Wabup OKU Selatan Misnadi, serta Wabup OKU Timur Adi Nugraha Purna Yudha.
Hadir pula para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Sumsel dan pejabat terkait lainnya.
Momentum Hari Pramuka tahun ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan generasi muda tidak cukup hanya membangun disiplin dan kepemimpinan.
Pramuka juga ditantang melahirkan generasi yang memiliki keterampilan, mampu berinovasi dan siap terlibat dalam agenda strategis pembangunan, termasuk ketahanan pangan.
Dengan menggabungkan pendidikan karakter, keterampilan praktis, teknologi dan kewirausahaan, Gerakan Pramuka diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan sosial yang ikut menyiapkan generasi muda Sumsel menuju Indonesia Emas 2045. (*)