
A.K. Gani berasal dari keluarga Minangkabau,Gubernur pertama Militer Sumatera Selatan(doc.ist)
SumbarOne.ID, Adnan Kapau Gani (A.K. Gani) adalah seorang dokter, politikus, tokoh militer, sekaligus seniman Indonesia yang lahir di Palembayan, Sumatera Barat, pada 16 September 1905 dan wafat di Palembang pada 23 Desember 1968. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II.
A.K. Gani berasal dari keluarga Minangkabau. Ayahnya, Abdul Gani Sutan Mangkuto, adalah seorang guru, sementara ibunya, Rabayah, wafat saat Gani masih kecil. Sejak muda, ia menempuh pendidikan di Bukittinggi dan Batavia, hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Geneeskundige Hoge School (GHS) Jakarta pada tahun 1940.
Sejak masa remaja, Gani aktif dalam organisasi pergerakan seperti Jong Sumatranen Bond dan Jong Java, serta terlibat langsung dalam Kongres Pemuda II tahun 1928. Pada 1931, ia bergabung dengan Partindo, sebuah partai politik yang melanjutkan semangat perjuangan nasional setelah penangkapan Soekarno.
Selain dikenal sebagai pejuang dan politikus, A.K. Gani juga sempat terjun ke dunia perfilman dengan membintangi film Asmara Moerni (1941). Meski menuai kritik, keterlibatannya dilandasi keinginan untuk memajukan kualitas film nasional. Pada masa pendudukan Jepang, ia menolak bekerja sama dan akibatnya ditangkap serta dipenjara pada 1943–1944.
Pasca Proklamasi Kemerdekaan, peran A.K. Gani semakin menonjol. Ia menjabat sebagai Residen Sumatera Selatan, mengoordinasikan perjuangan militer, serta memainkan peran penting dalam pengelolaan ekonomi dan sumber daya strategis, khususnya minyak bumi. Ia juga terlibat dalam diplomasi dan logistik perjuangan, termasuk pengadaan senjata.
Pada 1946–1947, Gani menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dalam Kabinet Sjahrir III dan menjadi delegasi Indonesia dalam perundingan Linggarjati. Selanjutnya, dalam Kabinet Amir Sjarifuddin, ia dipercaya sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kemakmuran, hingga kabinet tersebut berakhir pada 1948.
Setelah revolusi, A.K. Gani diangkat sebagai Gubernur Militer Sumatera Selatan dan kemudian menjadi Rektor Universitas Sriwijaya pada 1954. Ia menetap dan mengabdikan hidupnya di Sumatera Selatan hingga akhir hayat.
Atas jasa-jasanya, pada tahun 2007 A.K. Gani dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit, jalan, dan museum di Palembang. Ia juga menerima berbagai tanda kehormatan, termasuk Bintang Gerilya dan gelar Pemimpin Gerilya Agung.
A.K. Gani dikenang sebagai sosok multitalenta—pejuang, pemikir, dan pengabdi bangsa—yang memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.
Sumber: Wikipedia Adnan Kapau Gani
#AKGani #AdnanKapauGani #GubernurPertamaSumsel #SumateraSelatan #TokohMinangkabau