TALAMAU, SumbarOne.id – Perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas pengabdian berubah menjadi musibah bagi Jack, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), setelah tertimpa tiang listrik yang tumbang di Jorong Rantau Pauah, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Sabtu (18/7/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat korban melintasi jalur Talu–Simpang Empat untuk menjalankan tugasnya. Tiba-tiba sebuah tiang listrik roboh dan menimpa korban beserta sepeda motor yang dikendarainya.
Akibat kejadian itu, Jack mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh. Luka terlihat pada kedua kaki, tangan hingga punggung. Pada bagian pergelangan kaki bahkan terdapat luka terbuka yang masih memerlukan perawatan medis intensif. Sementara itu, sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan parah setelah tertimpa tiang listrik.
Saat ini korban masih menjalani perawatan dan harus menahan rasa sakit akibat luka yang dideritanya. Selain harus menjalani proses pemulihan, keluarga korban juga dihadapkan pada beban ekonomi karena harus menanggung biaya pengobatan serta kehilangan sarana transportasi yang selama ini digunakan korban untuk berangkat bekerja.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, tiang listrik yang tumbang tersebut sudah lama terlihat dalam kondisi miring ke arah badan jalan. Saat angin bertiup, tiang itu disebut sering bergoyang sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Imra, warga Jorong Kemajuan, mengatakan saat ini korban membutuhkan perhatian dan bantuan nyata dari berbagai pihak agar dapat fokus menjalani proses penyembuhan.
"Saat ini Jack sangat membutuhkan perhatian dan pertolongan yang signifikan dari berbagai pihak. Kami berharap ada kepedulian, baik dari instansi terkait maupun masyarakat, agar beban yang dialami korban dapat sedikit berkurang. Semoga Jack segera pulih dan dapat kembali menjalankan tugasnya seperti sediakala," ujar Imra.
Menanggapi harapan masyarakat tersebut, Kepala PLN Unit Talu mengatakan bahwa untuk saat ini pihaknya masih memprioritaskan proses recovery dan perbaikan jaringan listrik agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera kembali normal.
Ia menjelaskan bahwa terkait dukungan moril maupun bantuan kepada korban bukan merupakan kewenangan PLN Unit Talu, melainkan menjadi kewenangan manajemen PLN.
"Untuk dukungan moril maupun bantuan kepada korban merupakan kewenangan manajer. Saat ini kami lebih fokus pada proses recovery dan perbaikan jaringan listrik," ujarnya.
Mengenai penyebab tumbangnya tiang listrik, Kepala PLN Unit Talu beranggapan bahwa kejadian tersebut murni merupakan akibat bencana alam. Namun, ia juga mengakui bahwa pihak PLN Unit Talu telah mengetahui sejak lama kondisi tanah di sekitar lokasi berdirinya tiang tersebut tergolong labil dan rawan longsor.
Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai langkah-langkah mitigasi yang telah dilakukan sebelum insiden terjadi. Meski demikian, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari manajemen PLN mengenai tindakan antisipasi yang telah dilakukan maupun bentuk perhatian yang akan diberikan kepada korban.
Di tengah proses penyelidikan mengenai penyebab tumbangnya tiang listrik, masyarakat berharap perhatian terhadap korban tidak harus menunggu hasil investigasi selesai. Keselamatan masyarakat dinilai merupakan tanggung jawab bersama, sementara korban saat ini membutuhkan dukungan nyata.
Sebagai perusahaan yang mengelola jaringan kelistrikan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, PLN diharapkan dapat memberikan perhatian kepada korban, mulai dari menjenguk, memberikan pendampingan, membantu meringankan biaya pengobatan, hingga menyampaikan langkah-langkah yang sedang dilakukan terkait penanganan insiden tersebut sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial.
Musibah yang menimpa Jack menjadi pengingat bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam pengelolaan infrastruktur publik. Sementara proses penyelidikan masih berlangsung, harapan masyarakat sederhana: agar korban memperoleh perhatian, pendampingan, dan bantuan yang layak sehingga dapat segera pulih dan kembali menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. (RMS)
Editor : Andrian