Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) RI, Dr Naswardi MM ME, kepada wartawan Mustafa Akmal SH MH di ruang kerjanya, Kamis (17/6).menyampaikan pentingnya peran orang tua serta tokoh masyarakat dalam mengawasi konsumsi tontonan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital.( doc/ist)
JAKARTA , SUMBARONE.ID— Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) RI, Dr Naswardi MM ME, mengingatkan pentingnya peran orang tua serta tokoh masyarakat dalam mengawasi konsumsi tontonan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital.
Hal tersebut disampaikan Naswardi kepada wartawan Mustafa Akmal SH MH di ruang kerjanya, Kamis (17/6).
Menurut Naswardi, saat ini anak-anak tidak lagi hanya mengakses tayangan melalui televisi, tetapi juga melalui berbagai platform digital dan film yang diputar di bioskop. Kondisi tersebut menuntut keterlibatan keluarga dan lingkungan agar anak memperoleh tontonan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya.
Ia menekankan bahwa pendampingan orang tua saat anak menonton menjadi langkah penting, tidak sekadar mengawasi, tetapi juga memberikan pemahaman terhadap isi tayangan.
“Ketika menonton bersama anak, orang tua dapat menjelaskan nilai-nilai positif dari tayangan sekaligus memberikan pemahaman terhadap bagian yang tidak patut untuk ditiru,” ujar Naswardi.
Naswardi mengingatkan, tayangan yang tidak sesuai usia berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak, mulai dari pola pikir, perilaku hingga kondisi emosional. Konten yang mengandung kekerasan, bahasa kasar, perilaku menyimpang, maupun muatan dewasa dinilai perlu mendapat perhatian khusus.
Selain keluarga, ia juga mendorong tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidik, serta pemimpin komunitas untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilih tontonan yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, pengawasan terhadap konsumsi media anak merupakan tanggung jawab bersama.
Naswardi mengajak orang tua menjadikan momen menonton sebagai sarana pendidikan karakter dengan membangun kebiasaan berdiskusi bersama anak mengenai pesan moral dari tayangan yang disaksikan.
Ia juga mendorong peningkatan literasi digital agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Naswardi mengimbau keluarga memperhatikan klasifikasi usia pada setiap program televisi maupun film sebagai pedoman dalam memilih tontonan.
“Budaya sensor mandiri harus dibangun bersama agar tercipta lingkungan media yang aman dan ramah anak. Kualitas generasi masa depan tidak hanya ditentukan pendidikan formal, tetapi juga lingkungan dan media yang dikonsumsi setiap hari,” tutupnya. (M. Akmal)
