Foto : Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru berdialog dan menerima aspirasi massa aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia saat demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (18/05/2026). (Ist)
PALEMBANG, SUMBARONE.ID — Guburnur Sumatera Selatan, Herman Deru menemui massa aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang menggelar demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (18/05/2026).

Kedatangan orang nomor satu di Sumsel itu disambut massa aksi yang sejak pagi menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kondisi pembangunan di daerah. Dalam dialog terbuka tersebut, Herman Deru menerima langsung berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Beberapa poin yang menjadi sorotan massa aksi di antaranya terkait transparansi anggaran pemerintah, persoalan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah, sektor pendidikan, hingga kondisi ekonomi masyarakat Sumatera Selatan.

Dalam penyampaiannya, Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumsel terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari kalangan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dalam proses pembangunan daerah.
“Pemerintah tentu membuka ruang dialog dan menerima aspirasi dari adik-adik mahasiswa. Kritik dan masukan merupakan bagian dari pengawasan sosial demi kemajuan Sumsel,” ujar Herman Deru di hadapan massa aksi.

Ia juga meminta seluruh aspirasi yang disampaikan dapat diterima dan dipelajari sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah. Menurutnya, setiap persoalan yang menjadi perhatian masyarakat harus dikaji secara objektif agar dapat dicarikan solusi terbaik.

Sementara itu, massa aksi dari PKC PMII Sumsel menyampaikan harapan agar pemerintah daerah lebih serius memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat kecil.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dari kepolisian dan Satpol PP. Situasi di sekitar Kantor Gubernur Sumsel terpantau kondusif dan aksi berjalan tertib hingga selesai.

Pertemuan antara mahasiswa dan Pemerintah Provinsi Sumsel itu diharapkan menjadi ruang komunikasi yang konstruktif dalam menyampaikan aspirasi masyarakat serta mendorong pembangunan daerah yang lebih baik di Sumatera Selatan. (*)