| Foto : Yeni Lusmita, penggagas kelompok wanita tani Kenanga yang dikenal sebagai Srikandi Herbal Desa Gajah Mati, memperlihatkan produk olahan tanaman obat hasil karya warga, bukti nyata perubahan ekonomi berkat pendampingan PT Medco E&P Indonesia. (Doc.Red/ist) |
MUSI BANYUASIN, SUMBARONE.ID – Di sudut tenang Desa Gajah Mati, Kecamatan Babat Supat, aroma khas campuran daun-daunan, jahe, dan kunyit selalu menyelimuti udara di sebuah rumah sederhana. Di sana, sepasang tangan terampil milik Yeni Lusmita bergerak lincah menakar dan meracik bahan-bahan alami. Bagi warga sekitar, perempuan ini bukan sekadar pengolah tanaman obat, melainkan sosok “Srikandi Herbal” yang mengubah pekarangan rumah menjadi sumber harapan: untuk kesehatan, dan yang terpenting, untuk perekonomian keluarga maupun seluruh warga desa.
Dari Hobi Pekarangan Menjadi Sumber Penghidupan
Perjalanan Yeni bermula dari hobi sederhana. Dulu, menanam tanaman obat hanya sekadar keingintahuan semata. Tak terbayangkan olehnya, ketertarikan itu kelak akan menjadi tonggak perubahan ekonomi di desanya.
“Dulu saya cuma menanam karena penasaran. Lama-lama saya sadar manfaatnya sangat besar. Dari tanaman ini saya bisa bantu orang yang sakit, sekaligus menambah pendapatan keluarga,” kenang Yeni sambil tersenyum, matanya berbinar saat mengingat awal mula perjuangannya.
| Foto : Kegiatan pelatihan budidaya tanaman obat dan proses pengolahan bahan alami menjadi produk sehat yang dilakukan anggota kelompok Kenanga. Program binaan Medco E&P ini membekali keterampilan bagi kaum ibu agar mampu mengolah kekayaan alam sekitar menjadi bernilai ekonomi tinggi. (Doc.Red) |
Jejak Awal: Program CSR Medco E&P Buka Jalan Baru
Pintu peluang itu terbuka lebar ketika PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P), perusahaan pengelola blok migas Rimau, meluncurkan Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian tanggung jawab sosial perusahaan. Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan masyarakat sekitar wilayah operasi, terutama kaum ibu, agar mampu memanfaatkan kekayaan alam di sekitar untuk dua tujuan utama: menjaga kesehatan keluarga dan membuka peluang usaha baru.
Melalui serangkaian pelatihan intensif yang difasilitasi sepenuhnya oleh Medco E&P, Yeni dan puluhan ibu-ibu lain di Desa Gajah Mati mendapatkan bekal pengetahuan yang tak ternilai. Mereka belajar mulai dari cara mengenali tanaman berkhasiat, teknik pembuatan pupuk organik ramah lingkungan, hingga metode pengolahan hasil panen menjadi produk herbal yang higienis, aman, dan bernilai jual. Bimbingan tak berhenti pada proses produksi saja; mereka juga diajari cara mengemas produk dengan menarik dan strategi memasarkannya agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Hasilnya sungguh luar biasa. Kelompok wanita tani binaan Medco E&P yang bernama “Kenanga” kini telah berkembang pesat. Apa yang dulunya hanya berupa tanaman liar di kebun, kini bertransformasi menjadi 15 jenis produk unggulan: mulai dari jamu instan, serbuk jahe merah, minuman kunyit asam, hingga camilan sehat yang dipadukan dengan bahan herbal. Setiap produk yang dihasilkan bukan hanya sekadar minuman atau makanan, melainkan hasil olahan yang memiliki standar kualitas, siap bersaing di pasar.
Peralatan Lengkap Tingkatkan Kualitas dan Nilai Jual Produk
Komitmen Medco E&P dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dibuktikan dengan langkah nyata. Pada tahun 2022, perusahaan ini membangun rumah produksi khusus untuk kelompok Kenanga. Bangunan itu kini menjadi pusat kegiatan, tempat berkumpul, berlatih, dan memproduksi barang secara massal dan teratur.
Dukungan tidak berhenti pada bangunan fisik; beragam peralatan produksi modern diserahkan, seperti mesin pengepres kemasan, alat penggiling bahan, oven pengering, mesin pencetak kapsul, hingga perlengkapan sanitasi lengkap. Perubahan ini terasa sangat nyata bagi Yeni dan rekannya.
“Alhamdulillah, sekarang kami punya tempat sendiri dan alat-alat yang memudahkan pekerjaan. Dulu kemasan kami sederhana sekali, sekarang jadi rapi, bersih, dan produk jadi lebih awet. Pembeli pun makin percaya dan berminat membeli,” ujar Yeni dengan nada bangga.
Peningkatan kualitas ini secara langsung mengangkat nilai jual produk, sehingga pendapatan yang diterima setiap anggota kelompok ikut meningkat drastis. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tapi juga berputar kembali ke ekonomi desa, menciptakan rantai kebaikan yang terus tumbuh.
| Foto : Produk unggulan "Syrup Lejase" hasil olahan kelompok wanita tani Kenanga. Dengan dukungan sarana produksi dan bimbingan pengemasan dari Medco E&P, produk herbal desa kini tampil lebih menarik, higienis, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. (Doc.Red) |
Lebih dari Sekadar Obat: Ramuan yang Mengubah Nasib Ekonomi
Lebih dari sekadar usaha dagang, keberadaan produk herbal ini kini menjadi penopang kesehatan warga desa. Rumah Yeni sering kali berubah fungsi menjadi semacam klinik kecil. Warga datang membawa beragam keluhan, mulai dari pegal linu biasa, gatal-gatal, hingga penyakit kronis seperti diabetes. Kisah keberhasilan pengobatan pun bermunculan.
“Pernah ada pasien dengan luka kaki akibat diabetes yang sudah parah. Setelah rutin mengonsumsi ramuan kami, alhamdulillah lukanya sembuh total dan ia tidak perlu menjalani amputasi,” cerita Yeni dengan mata berkaca-kaca.
Di sini, nilai ekonomi bertemu dengan nilai kemanusiaan, menjadikan tanaman obat sebagai jembatan kesehatan bagi masyarakat yang fasilitas medisnya masih terbatas.
Herry Suryadi Pumama, Supervisor Community Relation & Enhancement Medco E&P, menegaskan bahwa keberhasilan kelompok Kenanga adalah bukti bahwa program tanggung jawab sosial bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah proses transformasi sosial dan ekonomi.
“Melalui TOGA, kami ingin ibu-ibu di sekitar wilayah operasi kami bisa mandiri. Mereka tidak hanya bisa menjaga kesehatan keluarga dari bahan alami, tapi juga memiliki penghasilan tambahan yang pasti. Ini adalah cara kami memastikan kehadiran perusahaan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Herry.
Keberhasilan pendampingan ini juga membawa pengakuan luas bagi Medco E&P, termasuk penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan ini menjadi bukti bahwa operasi hulu migas dapat berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat sekitar.
Pengakuan dan Dukungan Penuh Pemerintah Desa
Pemerintah Desa Gajah Mati pun turut berbangga atas capaian ini. Melalui Sekretaris Desa, Herianto, SH, pemerintah desa memberikan apresiasi penuh.
“Kami sangat bangga dengan kelompok wanita tani Kenanga. Mereka berhasil mengubah apa yang ada di sekitar mereka menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Ini sangat membantu perekonomian warga dan sekaligus mendukung kesehatan masyarakat, mengingat keterbatasan fasilitas kesehatan di desa kami,” ujar Herianto.
Ia menambahkan, program ini sangat sejalan dengan visi desa untuk mendorong kemandirian warga, dan pemerintah desa berkomitmen mendukung agar usaha ini terus berkembang menjadi aset desa yang berkelanjutan.
Berdaulat dari Bumi Sendiri: Dampak Luas Hingga Lintas Wilayah
Kini, kisah sukses Desa Gajah Mati telah menyebar luas. Produk herbal Kenanga bukan hanya dikenal di pasar lokal, tapi juga menjadi identitas dan oleh-oleh khas desa. Program TOGA sendiri telah berkembang pesat ke berbagai wilayah operasi Medco E&P di Sumatera Selatan, mencakup kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, Lahat, hingga Musi Rawas. Lebih dari 800 peserta dari puluhan desa kini terlibat, merasakan manfaat ekonomi dan kesehatan yang sama.
“Yang kami tanam sebenarnya bukan sekadar tanaman obat,” ucap Yeni pelan namun penuh keyakinan, “kami sedang menanam harapan dan jaminan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera bagi anak-anak dan cucu-cucu kami nanti.”
Sinergi Nyata: Kehadiran Industri Membangun Kemandirian Warga
Hal senada ditegaskan oleh Hirmawan Eko Prabowo, Manager Field Relation & Community Enhancement Wilayah Sumatera Selatan. Baginya, pemberdayaan masyarakat adalah kerja sama berkelanjutan yang melibatkan banyak pihak.
“Medco E&P hadir untuk mengembangkan potensi yang sudah ada di masyarakat. Kami berusaha menumbuhkan kemandirian agar masyarakat bisa maju dan sejahtera sendiri. Program TOGA adalah salah satu bukti bahwa sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah desa mampu menciptakan perubahan besar,” jelas Hirmawan.
Dari sebidang pekarangan kecil di Desa Gajah Mati, kini tumbuh sebuah kisah nyata: bagaimana keberadaan industri hulu migas tidak hanya menyumbang devisa negara, tetapi juga menebar manfaat hingga ke akar rumput.
Ramuan yang dihasilkan tangan-tangan terampil ibu desa itu kini menjadi “ramuan kehidupan” — menyehatkan tubuh, menggerakkan roda ekonomi, dan membangkitkan semangat kemandirian masyarakat pedesaan Sumatera Selatan.
Penulis : Dwi Andrian. D