Masyarakat Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, kembali menyuarakan harapan besar agar pembangunan Jalan Alternatif Bangkok - Jembatan Panjang dapat segera direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.doc/ist

TALAMAU
, SumbarOne.ID–    Masyarakat Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, kembali menyuarakan harapan besar agar pembangunan Jalan Alternatif Bangkok - Jembatan Panjang dapat segera direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Permintaan ini menjadi sangat mendesak mengingat ruas jalan utama yang menghubungkan Talamau - Simpang Empat saat ini kondisinya sudah sangat rawan. Jalur ini merupakan penghubung vital antara Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman, namun saat ini terancam terban dan putus akibat rawan dilanda bencana banjir dan tanah longsor, membuat perjalanan menjadi sangat berbahaya dan tidak menentu.

Sudah Disurvei Gubernur, Belum Ada Realisasi

Perlu diketahui, rencana pembangunan ini sebenarnya sudah mendapatkan perhatian sejak awal tahun lalu. Pada waktu itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, telah melakukan kunjungan dan survei langsung ke lokasi untuk menilai kelayakan proyek tersebut.

Namun sayangnya, hingga saat ini proses pengerjaan fisik belum juga terlihat dan terlaksana. Padahal, masyarakat sangat menunggu kepastian dari rencana yang sudah digodog tersebut.

Disebut Sangat Urgent, Masuk Prioritas Tahun Ini

Camat Talamau, Ezi Zein, menegaskan bahwa pembangunan jalan ini memiliki tingkat urgensi yang sangat tinggi.

"Jalan alternatif Bangkok - Jembatan Panjang adalah jalan alternatif yang urgent karena menjadi jalan yang dapat digunakan masyarakat apabila jalan utama/jalan Provinsi Sp 4 - Panti lumpuh karena bencana alam. Insya Allah tahun ini menjadi prioritas untuk dilanjutkan pembangunan nya oleh Pemkab Pasaman Barat," ujar Ezi Zein.

Perlu Sinergi Antar Pemerintah

Sementara itu, Khairuddin Simanjuntak, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat, memberikan pandangannya terkait pembangunan jalan tersebut.

 "Meski jalan alternatif tersebut berada di dalam kewenangan provinsi, namun dalam hal pembebasan lahan tentu saja menjadi kewenangan pemerintah kabupaten Pasaman Barat," ujar Khairuddin.

 Ia pun mengajak semua pihak untuk bahu-membahu.

 "Kita mengajak semua pihak untuk bersinergi agar harapan masyarakat tersebut segera bisa terwujud," tambahnya.

Kehadiran jalan alternatif ini dinilai sangat krusial, tidak hanya untuk mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga sebagai jalur evakuasi dan pengalih arus utama saat terjadi bencana, sehingga masyarakat tidak sampai terisolir.

 Selain aspek keselamatan, jalan ini juga diharapkan dapat melancarkan distribusi berbagai komoditas unggulan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat ke pasar yang lebih luas, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Harapan Warga

 "Kami sangat berharap Pemprov Sumbar segera merealisasikan pembangunan ini. Sudah disurvei sejak tahun lalu, kami tunggu kepastian pelaksanaannya. Ini demi keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat Talamau," ujar salah satu tokoh masyarakat.

 Masyarakat berkeyakinan, dengan terealisasikannya jalan alternatif ini, pembangunan di wilayah Talamau akan semakin merata dan aman.(Yan

 Dilaporkan oleh: Roland Mangkuto Sutan