| Foto : Petugas kepolisian melakukan pendataan terhadap pihak yang terlibat dalam insiden keributan di SPBU Poligon, Kecamatan Gandus, Palembang, Selasa (7/4/2026). (Hms) |
PALEMBANG. SUMBARONE.ID — Polda Sumatera Selatan memberikan klarifikasi terkait beredarnya video keributan warga di SPBU Poligon yang viral di media sosial. Kepolisian menegaskan bahwa langkah pengamanan telah dilakukan oleh personel di lapangan jauh sebelum video tersebut tersebar luas.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 7 April 2026, sekitar pukul 09.30 WIB di kawasan Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Usai kejadian, korban segera melapor ke Polsek Gandus.
Merespons laporan itu, unit piket SPKT bersama personel Reskrim langsung bergerak ke lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas segera mengamankan situasi, meredam ketegangan, serta membawa pihak-pihak yang terlibat ke lokasi aman guna dilakukan mediasi.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa kehadiran polisi bukan merupakan reaksi atas viralnya video, melainkan bagian dari prosedur respons cepat terhadap laporan masyarakat.
“Personel kami sudah berada di lokasi dan menangani situasi sebelum video tersebut beredar luas. Ini adalah bagian dari standar operasional kami dalam merespons setiap laporan warga,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Musa Jedi Permana, mengungkapkan bahwa keributan dipicu oleh tindakan seorang pengendara yang menyerobot antrean pengisian bahan bakar.
“Tindakan tersebut memicu cekcok antar warga. Namun situasi berhasil segera kami kendalikan oleh personel di lapangan melalui pendekatan persuasif,” ungkapnya.
Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, memastikan bahwa setiap laporan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan.
Langkah cepat ini juga sejalan dengan arahan Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang prediktif, responsif, dan humanis.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menyampaikan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui pendekatan restorative justice dengan disaksikan pihak terkait di lokasi.
Kabid Humas kembali mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta tidak mudah membentuk opini tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
“Kami memastikan setiap gangguan kamtibmas ditangani secara profesional sejak awal kejadian. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Melalui penanganan cepat ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.