Foto : Perwakilan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama jajaran Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD) menunjukkan dokumen kerja sama usai penandatanganan di sela kegiatan wisuda taruna-taruni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Semarang, Kamis (9/4/2026). (Doc.Dinkomonfo Muba)
SEMARANG, SUMBARONE.ID — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor transportasi, melalui kerja sama strategis dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani di sela kegiatan wisuda taruna-taruni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Muba H M Toha Tohet yang diwakili Kepala BKPSDM Muba H Pathi Riduan, bersama Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD) Avi Mukti Amin.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Muba dalam menyiapkan SDM unggul melalui jalur pendidikan kedinasan, khususnya di bidang transportasi yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Pathi Riduan menjelaskan, kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan Muba, tetapi juga sejumlah pemerintah daerah lain seperti Kota Cirebon, Madiun, Salatiga, Kabupaten Banyuasin, Tebo, Natuna, Kulonprogo, dan Semarang, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kerja sama ini merupakan bagian dari pola pembibitan taruna di sekolah kedinasan transportasi. Harapannya, lulusan yang dihasilkan benar-benar siap pakai dan mampu menjawab kebutuhan daerah,” ujar Pathi.

Menurutnya, program pengembangan SDM melalui pendidikan kedinasan telah menjadi salah satu strategi utama Pemkab Muba dalam beberapa tahun terakhir. Melalui skema beasiswa, putra-putri terbaik daerah didorong untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi kedinasan.

Program tersebut dirancang terintegrasi dengan kebutuhan daerah. Lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan diharapkan dapat langsung diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan mengisi formasi strategis di lingkungan Pemkab Muba.
“Dengan pola ini, pemerintah daerah tidak hanya membantu akses pendidikan, tetapi juga memastikan keberlanjutan karier dan pengabdian lulusan bagi daerah,” kata Pathi.

Ia menambahkan, kerja sama pengembangan SDM ini telah memasuki tahun ketiga dan menunjukkan perkembangan yang konsisten. Sejumlah institusi pendidikan kedinasan yang telah bermitra dengan Pemkab Muba antara lain Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), serta Politeknik Statistika STIS.

Dalam kurun satu tahun terakhir, Pemkab Muba juga mencatat sejumlah capaian penting. Kerja sama dengan PKN STAN melalui pola pembibitan memberikan kuota empat calon mahasiswa untuk periode 2025–2029.

Selain itu, kerja sama dengan Politeknik Statistika STIS yang ditandatangani pada Februari 2026 menghasilkan kuota enam orang. Sementara itu, kerja sama dengan STTD kembali diperpanjang untuk ketiga kalinya dengan masa berlaku 2026–2030, dengan kuota dua orang setiap tahun untuk jenjang sarjana terapan dan Diploma III.

Menurut Pathi, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Muba H M Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen yang menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas utama.
“Investasi di bidang SDM adalah fondasi utama pembangunan. Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan Muba memiliki generasi yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Pemkab Muba yang turut hadir antara lain Plt Kepala Dinas Perhubungan Muba M Hatta, Sekretaris Dinas Perhubungan Muba Yus Parizal Pebriansyah, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Muba Irfan.