Foto : Kapolri Listyo Sigit Prabowo didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah saat memberikan keterangan kepada media dalam kegiatan Tanam Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 di Ogan Ilir, Sabtu (7/3/2026). (Ist)
OGAN ILIR,SUMBARONE.ID — Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung kegiatan Tanam Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026). Pada kesempatan tersebut, Kapolri juga meresmikan pembangunan 57 Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Polda Sumatera Selatan bersama Polres di berbagai wilayah.
Kegiatan ini menegaskan peran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta pembangunan infrastruktur pedesaan yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho dalam laporannya kepada Kapolri menyampaikan bahwa hingga Maret 2026, Polda Sumsel telah membangun 57 Jembatan Merah Putih Presisi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 unit telah selesai dibangun, sementara 7 unit lainnya masih dalam proses konstruksi.

Kegiatan Tanam Raya Jagung dilaksanakan di lahan belakang kompleks Serai Indah, Kelurahan Indralaya Indah, Kecamatan Indralaya, sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri memiliki peran penting dalam mengawal program ketahanan pangan hingga ke tingkat desa.

Menurut Kapolri, dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan Tanam Raya Jagung ini juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhan serta Kabaintelkam Polri Yuda Gustawan. Dari unsur daerah hadir Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru serta Pangdam II/Sriwijaya Ujang Darwis.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan dialog interaktif melalui video conference yang menghubungkan kegiatan di Ogan Ilir dengan beberapa daerah lain seperti Jawa Barat, Kalimantan Tengah, dan Gorontalo untuk membahas implementasi program ketahanan pangan nasional.

Program Jembatan Merah Putih Presisi menjadi salah satu inovasi Polda Sumsel dalam mendukung pembangunan wilayah pedesaan. Jembatan-jembatan tersebut dibangun untuk membuka akses transportasi bagi desa-desa yang sebelumnya mengalami keterbatasan infrastruktur.

Dengan tersedianya akses jembatan, distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, mobilitas masyarakat meningkat, dan aktivitas ekonomi desa dapat berkembang lebih cepat.

Momentum Tanam Raya Jagung juga menjadi ajang peresmian sejumlah fasilitas di Sumatera Selatan. Kapolri menandatangani prasasti peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, Paakri City Park, serta renovasi Grand Kemala.

Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan mesin pipil jagung dan mesin pengering (dryer) kepada kelompok tani sebagai dukungan peningkatan kapasitas pascapanen. Dukungan pembiayaan juga diberikan melalui Bank Rakyat Indonesia Region 4 dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.

Pembangunan jembatan dan penguatan sektor pertanian di Sumatera Selatan dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain membuka akses desa, infrastruktur tersebut juga mempercepat distribusi hasil pertanian serta memperkuat stabilitas sosial di wilayah pedesaan.

Keterlibatan Polri dalam program ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional secara menyeluruh.

Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen mendukung program ketahanan pangan sekaligus pembangunan infrastruktur desa.
“Polda Sumsel berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan nasional. Kehadiran Bapak Kapolri di Sumatera Selatan menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus bergerak bersama masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga mendorong kemajuan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program pembangunan dan pertanian menunjukkan pendekatan pelayanan yang lebih luas kepada masyarakat.
“Program ini menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan daerah dan ketahanan pangan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. (*)