Foto : Bupati Banyuasin, Dr.H. Askolani Jasi,SH,MH,, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027 di Graha Sedulang Setudung, Kamis (26/3/2026). (Doc.Red)
BANYUASIN, SUMBARONE.ID — Bupati Banyuasin, Dr.H.Askolani Jasi, SH, MH, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran bukanlah sebuah musibah, melainkan tantangan besar yang harus dijawab dengan inovasi, kreativitas, dan kerja keras.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027, Kamis (26/3/2026), di Graha Sedulang Setudung.
“Efisiensi anggaran ini bukanlah sebuah musibah. Jadi kita harus terus berinovasi. Kita boleh buntu, tapi kita tidak boleh berhenti berinovasi dan berkreasi,” tegas Askolani di hadapan peserta Musrenbang.

Kegiatan strategis tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Banyuasin, unsur Forkopimda seperti Kajari, Dandim, dan Kapolres, serta perwakilan Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri. Selain itu, turut hadir Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan daerah berbatasan, jajaran pejabat Pemkab Banyuasin, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, pelaku usaha, hingga insan pers.

Dalam arahannya, Askolani juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah mengusulkan anggaran sebesar Rp7 triliun kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Pusat guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Banyuasin.
“Kita sudah usulkan Rp7 triliun ke gubernur dan presiden untuk pembangunan di Kabupaten Banyuasin. Walaupun uangnya belum ada, tapi kita harus tetap optimis dan terus berusaha,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap optimisme dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai keterbatasan anggaran. Menurutnya, seluruh elemen pemerintah dan masyarakat harus bersatu serta tidak hanya mengeluhkan kondisi yang ada.
“Jangan hanya mampu mengeluh dan menggerutu serta protes tak tentu arah, tapi kita harus kompak bersama-sama untuk mewujudkan Banyuasin bangkit, adil, dan sejahtera,” tambahnya.

Musrenbang RKPD Tahun 2026 ini menjadi forum penting dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Banyuasin tahun 2027. Melalui forum tersebut, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menyepakati prioritas pembangunan, program strategis, serta target kinerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah provinsi dan nasional.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemkab Banyuasin optimistis mampu menghadapi tantangan keterbatasan anggaran sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Iqb)

Editor : Andrian