| Foto : Kepala Disnakertrans Kabupaten Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga, AP (tengah), didampingi Kepala UPT Transmigrasi Edward Lakasi dan Ketua DPC PATRI Muba Irwanto, menyerahkan dokumen usulan pembangunan kawasan transmigrasi UPT Air Balui Jud Nganti pada Rapat Kerja Nasional V DPP PATRI di Yogyakarta, Sabtu (7/2/2026). (ist) |
YOGYAKARTA, SUMBARONE.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bergerak cepat memanfaatkan momentum strategis nasional guna mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba, Herryandi Sinulingga, AP, menghadiri pertemuan Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) yang digelar pada 7–8 Februari 2026 di Yogyakarta, Sabtu (7/2).
Dalam agenda nasional tersebut, Kadisnakertrans Muba hadir didampingi Kepala UPT Transmigrasi Edward Lakasi serta Ketua DPC PATRI Muba, Irwanto. Kehadiran tim lengkap ini membawa misi khusus, yakni memastikan usulan pembangunan dan pengembangan infrastruktur Kawasan Transmigrasi UPT Air Balui Jud Nganti, Kecamatan Sanga Desa, mendapatkan perhatian dan prioritas dari pemerintah pusat.
Melalui forum PATRI, Pemkab Muba secara resmi menyampaikan sejumlah usulan strategis yang bersifat komprehensif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat transmigran. Usulan tersebut meliputi:
- Peningkatan Aksesibilitas Wilayah
Pembangunan dan pengecoran jalan induk menuju kawasan transmigrasi di Desa Jud I dan Desa Air Balui, termasuk pembangunan jembatan penghubung yang sangat vital bagi kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
- Penguatan Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan.
Rehabilitasi SD Negeri 4 Firial, SD Negeri 4 Induk UPT Air Balui, serta perbaikan sekolah di 15 titik lainnya. Selain itu, perbaikan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) UPT II Trans Air Balui juga menjadi prioritas utama.
- Hunian Layak dan Optimalisasi Pelayanan Publik.
Pembangunan rumah relokasi bagi warga korban banjir di kawasan eks transmigrasi, pembangunan fasilitas ibadah (musala), serta pengembangan gedung kantor UPT guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kadisnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat transmigran.
“Kehadiran kami bersama Ketua DPC PATRI Muba dan Kepala UPT adalah bukti sinergi kuat antara pemerintah dan organisasi transmigran. Kami tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi menyampaikan usulan teknis agar masyarakat transmigran di Muba mendapatkan fasilitas publik yang setara dan layak,” ujar pria yang akrab disapa Lingga tersebut.
Senada dengan itu, Ketua DPC PATRI Muba, Irwanto, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah proaktif Pemkab Muba melalui Disnakertrans.
“Kami berharap aspirasi keluarga besar transmigran, khususnya terkait perbaikan infrastruktur dan pelayanan dasar, dapat segera diakomodir oleh Kementerian Transmigrasi dan kementerian terkait. Usulan ini juga akan kami dorong melalui jalur DPR RI,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, forum PATRI juga membahas strategi penguatan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Di antaranya melalui revitalisasi kawasan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lewat program pelatihan vokasi bagi generasi muda transmigran.
Melalui penyampaian usulan langsung di tingkat nasional ini, Pemkab Muba berharap Kementerian Transmigrasi RI dapat segera merealisasikan program-program tersebut demi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Air Balui Jud Nganti, termasuk kawasan eks transmigrasi lainnya di Kabupaten Musi Banyuasin. (DA)