| Foto : Sejumlah remaja dan pengendara sepeda motor terlihat melakukan aksi balap liar di Jalan Lintas Betung–Sekayu, Desa Suka Mulya, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin. Aktivitas berbahaya ini terpantau awak media berlangsung pada sore hari, di jalur umum yang ramai dilalui kendaraan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. (Red) |
BANYUASIN, SUMBARONE.ID – Aksi balap liar di Jalan Lintas Betung–Sekayu, tepatnya di wilayah Desa Suka Mulya, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, kian tak terkendali.
Berdasarkan pantauan langsung awak media, Rabu (14/01/2026) sekitar pukul 16.00 WIB balap liar tersebut terjadi hampir setiap sore hari, seolah tanpa pengawasan dan penindakan yang tegas.
Jalan lintas yang seharusnya menjadi jalur vital penghubung antarwilayah justru berubah menjadi arena adu kecepatan. Sejumlah remaja dengan sepeda motor berknalpot bising terlihat memacu kendaraan secara ugal-ugalan, mempertaruhkan nyawa sendiri dan orang lain. Ironisnya, aktivitas berbahaya ini berlangsung di jalur umum yang padat dilalui kendaraan pribadi, angkutan barang, hingga masyarakat yang beraktivitas sore hari.
Kondisi ini menuai kecaman warga, Terutama bagi penggunan jalan. Mereka menilai balap liar tersebut sudah sangat meresahkan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Warga juga mempertanyakan lemahnya pengawasan, mengingat balap liar terjadi berulang kali dan bukan kejadian insidental.
“Ini bukan sekali dua kali. Hampir setiap sore selalu ada. Kalau dibiarkan terus, tinggal menunggu korban,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.
Balap liar bukan hanya pelanggaran lalu lintas, tetapi juga bentuk pembiaran terhadap potensi kejahatan jalanan dan hilangnya rasa aman masyarakat. Minimnya kehadiran aparat di jam-jam rawan memunculkan kesan seolah jalan lintas tersebut bebas dijadikan arena balap.
Masyarakat mendesak aparat kepolisian untuk tidak sekadar menunggu laporan, tetapi aktif melakukan patroli rutin, razia kendaraan, serta penindakan tegas terhadap para pelaku. Selain itu, peran pemerintah desa dan kecamatan juga dinilai penting untuk ikut mencegah aktivitas yang membahayakan keselamatan publik tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan nyata yang terlihat di lapangan untuk menghentikan balap liar di Jalan Lintas Betung–Sekayu. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin akan memakan korban jiwa, dan tanggung jawab moral akan menjadi pertanyaan besar bagi semua pihak terkait. (DA)