Bukittinggi (SumbarOne)-MAN 2 Bukittinggi merupakan madrasah riset dan keterampilan. Hal ini tidak hanya slogan semata, banyak kesempatan siswa MAN 2 selalu mengikuti kompetisi karya ilmiah salah satunya pada ajang Student Talent Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama
(FUSA) UIN Imam Bonjol Padang tahun 2024. Kompetisi tersebut ditujukan kepada Madrasah Aliyah se Sumatera Barat.
MAN 2 Bukittinggi dalam cabang LKTI mengirim 2 tim dan satu tim berhasil masuk final dan meraih juara 2.
Hj. Kurniati selaku guru pembina menyampaikan bahwa persiapan dan observasi sudah dilakukan semenjak undangan lomba didapatkan.
" Kita sangat senang dan semangat,karena Alhamdulillah pada setiap lomba karya ilmiah selalu mendapatkan prestasi. Dari dua tim yang dikirim,tim Munasifa Nabila dan Feni Febriani berhasil masuk final. Semangat riset selalu kami latih dan talenta selalu kami cari sehingga tim riset setiap lomba selalu siap. Kita juga sangat semangat karena selalu didukung oleh kepala madrasah dan segala keperluan selalu difasilitasi." Ungkapnya.
Kepala MAN 2 Bukittinggi Amri J menyampaikan bahwa Student Talent Compitition FUSA 2024 yang merupakan acara yang
diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama yang berisikan perlombaan yang
akan diikuti oleh siswa/i MA se- Sumatra Barat. Pada kegiatan tersebut kita aktif mengikuti dan menyiapkan siswa sedari awal.
" Selamat kepada tim LKTI MAN 2 Bukittinggi, ajang ini membuktikan bahwa madrasah kita memang madrasah riset dan keterampilan. Kami selalu mendorong siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi baik dalam bidang Akademik maupun non Akademik. Kami percaya bahwa kompetisi dapat menumbuhkan jiwa sportivitas, percaya diri, ketangkasan, menigkatkan kecerdasan, melatih kekompakan, membuat siswa semakin kreatif dan inovatif, dan bisa mengukur kemampuannya. Apalagi untuk tingkat aliyah, yang sebentar lagi akan menempuh pendidikan di Universitas,tentunya kompetisi ini banyak memberikan pengalaman dan ilmu bermanfaat. Selain reward tentunya sertifikat yang didapat sangat mendukung masuk Perguruan tinggi." Paparnya. (Yuli/Syafrial)